FLEBOTOMI
Flebotomi (bahasa inggris:phlebotomy) berasal
dari kata Yunani phleb dantomia. Phleb berarti pembuluh darah vena dan tomia
berarti mengiris/memotong(“cutting”). Dulu dikenal istilah vena sectie (Bld),
venesection atau veni section(Ing).
Sedangkan Flebotomist adalah seorang tenaga medic
yang telah mendapat latihanuntuk mengeluarkan dan menampung specimen darah dari
pembuluh darah vena,arteri atau kapiler. Teknik flebotomi merupakan suatu cara
pengambilan darah (sampling) untuk tujuan tes laboratorium atau bisa juga
pengumpulan darah untuk didonorkan
B. Kompetensi minimal seorang Flebotomist
Kompetensi minimal seorang flebotomi
antara lain :
1. Flebotomis mampu berkomunikasi dengan pasien untuk menjelaskan tujuan
pengambilan darah, apa yang akan dilakukan dan bagaimana caranya, menjelaskan
tujuan dan cara persiapan pasien
2. Mampu mengerjakan tugas-tugas administrasi
3. Harus mengerti dan mematuhi prosedur keselamatan pasien dan dirinya.
4. Harus dapat menyiapkan bahan dan alat-alat yang akan digunakan serta memilih
antikoagulansia
5. Harus memahami prosedur dan tehnik flebotomi venipuncture dan skinpuncture
yang benar
6. Melakukan labelisasi pada tabung / wadah sampel secara benar
7. Mampu melakukan tranportasi sampel secara benar serta tepat waktu ke
laboratorium
8. Harus mampu menangani komplikasi akibat pelaksaan flebotomi secara benar dan
cepat. (Rikawati 2010)
Perilaku profesional flebotomist
Seseorang dalam melaksanakan tugas dan
pekerjaannya mempunyai kompetensi dan keahlian yang tinggi dalam pengambilan
darah berpedoman pada perilaku profesional dan bertindak berdasarkan aspek
etika moral, etika hukum dan etika profesi.
Ada 3 macam aspek etika yang harus dipatuhi yaitu : etika moral, etika hukum
dan etika profesi
1. Etika moral : Merupakan norma-norma yang memberikan pedoman dalam
berperilaku yang boleh dilakukan atau yang tidak boleh dilakukan berdasarkan
moral dan hati nurani.
2. Etika hukum : Merupakan aturan yang dibuat oleh negara berlaku umum dalam
masyarakat dan bersifat mengikat, mempunyai kekuatan hukum berdasarkan suatu
Peraturan Perundangan (hukum) yang berlaku.
3. Etika profesi : Merupakan aturan yang dibuat organisasi profesi sbg pedooman
moral utk mengatur anggotanya serta bertujuan menjaga mutu profesi, memelihara
harkat dan martabat profesi. Sanksi dapat berupa teguran, skorsing atau
pemecatat. Etika profesi yg sudah dalam bentuk tertulis secara sistematis
sebagai kode etik profesi(Rikawati 2010).
Komplikasi Flebotomi
1. Syncope
Syncope adalah keadaan dimana pasien kehilangan
kesadarannya beberapa saat/ sementara waktu sebagai akibat menurunnya tekanan
darah. Gejala dapat berupa rasa pusing, keringat dingin, nadi
cepat,pengelihatan kabur/ gelap, bahkan bisa sampai muntah. Hal ini biasanya
terjadi karena adanya perasaan takut atau akibat pasien puasa terlalu lama.
Rasa takut atau cemas bisa juga timbul karena kurang percaya diri Itulah
sebabnya mengapa perlu memberikan penjelasan kepada pasien tentang tujuan
pengambilan darah dan prosedur yang akan dialaminya.Penampilan dan prilaku
seorang Flebotomis juga bisa mempengaruhi keyakinan pasien sehingga timbul rasa
curiga/ was-was ketika proses pengambilan darah akan dilaksanakan. Oleh sebab
itu penampilan dan prilaku seorang flebotomis harus sedemikian rupa sehingga
tampak berkompetensi dan Fropesional
Cara mengatasi
a. Hentikan pengambilan darah
b. Baringkan pasien ditempat tidur, kepala dimiringkan kesalah satusisi
c. Tungkai bawah ditinggikan ( lebih tinggi dari posisi kepala )
d. Longgarkan baju yang sempit dan ikat pinggang
e. Minta pasien menarik nafas panjang
f. Hubungi dokter
g. Pasien yang tidak sempat dibaringkan , diminta menundukan kepala diantara
kedua kakinya dan menarik nafas panjang
Cara Pencegahan
a. Pasien diajak bicara supaya perhatiannya dapat dialihkan. Pasien yang akan
dirawat syncope sebaiknya dianjurkan berbaring pada waktu pengambilan darah.
Kursi pasien mempunyai sandaran dan tempat/ sandaran tangan
2. Rasa Nyeri
Rasa nyeri berlangsung tidak lama sehingga tidak
memerlukan penanganan khusus. Nyeri bisa timbul akibat alkosol yang belum
kering atau akibat penarikan jarum yang terlalu kuat
Cara pencegahan
a. Setelah disinfeksi kulit, yakin dulu bahwa alcohol sudah mengering sebelum
pengambilan darah dilakukan.
b. Penarikan jarum tidak terlalu kuat
c. Penjelasan/ Menggambarkan sifat nyeri yang sebenarnya (memberi contoh )
3. Hematoma
Hematoma dalah terkumpulnya massa darah dalam
jaringan (dalam Hal Flebotomi : jaringan dibawah kulit ) sebagai akibat
robeknya pembuluh darah. Faktor penyebab terletak pada teknik pengambilan darah
:
a. Jarum terlalu menungkin sehingga menembus dinding vena
b. Penusukan jarum dangkal sehingga sebagian lubang jarum berada diluar vena
c. Setelah pengambilan darah, tempat penusukan kurang ditekan atau kurang lama
ditekan
d. Pada waktu jarum ditarik keluar dari vena, tourniquet ( tourniket)belum
dikendurkan
e. Temapat penusukan jarum terlalu dekat dengan tempat turniket.
Cara mengatasi
Jika dalam proses pengambilan darah terjadi pembengkakan kulit disekitar tempat
penusukan jarum segera
1) Lepaskan turniket dan jarum
2) Tekan tempat penusukan jarum dengan kain kasa
3) Angkat lengan pasien lebih tinggi dari kepala (+- 15 menit)
4) Kalau perlu kompres untuk mengurangi rasa nyeri
4. Pendarahan
Komplikasi pendarahan lebih sering terjadi pada
pengambilan darah alteri. Pengambilan darah kapiler lebih kurang
resikonya.Pendarahan yang berlebihan ( atau sukar berhenti ) terjadi karena
terganggunya system kouglasi darah pasien. Hal ini bisa terjadi karena :
a. Pasien mengalami pengobatan dengan obat antikougulan sehingga menghambat
pembekuan darah
b. Pasien menderita gangguan pembekuan darah ( trombositopenia,defisiensi
factor pembeku darah (misalnya hemofilia )
c. Pasien mengidap penyakit hati yang berat ( pembentukanprotrombin, fibrinogen
terganggu )
Cara Mengatasi :
a. Tekan tempat pendarahan
b. Panggil perawat/dokter untuk penanganan selanjutnya
Cara pencegahan
a. Perlu anamnesis ( wawancara) yang cermat denga pasien
b. Setelah pengambilan darah, penekanan tempat penusukan jarum perlu ditekan
lebih lama
5. Allergi
Alergi bisa terjadi terhadap bahan- bahan yang
dipakai dalam flebotomi, misalnya terhadap zat antiseptic/ desinfektan, latex
yang adapada sarung tangan, turniket atau plester.Gejala alergi bisa ringan
atau berat, berupa kemerahan, rhinitis,radang selaput mata; kadang-kadang
bahkan bisa (shock)\
Cara mengatasi :
a. Tenangkan pasien, beri penjelasan
b. Panggil dokter atau perawat untuk penanganan selanjutnya
Cara pencegahan
a. Wawancara apa ada riwayat allergi
b. Memakai plester atau sarung-tangan yang tidak mengandung latex
6. Trombosis
Terjadi karena pengambilan darah yang berulang
kali ditempatyang sama sehingga menimbulkan kerusaka dan peradangan setempatdan
berakibat dengan penutupan ( occlusion ) pembuluh darah. Hal ini juga terlihat
pada kelompok pengguna obat ( narcotics ) yang memakai pembuluh darah vena.
Cara pencegahan
a. Hindari pengambilan berulang ditempat yang sama
b. Pembinaan peninap narkotika
7. Radang Tulang
Penyakit ini sering terjadi pada bayi karena
jarak kulit-tulang yangsempit dan pemakaian lanset yang berukuran panjang
Cara mengatasi: Mengatasi peradangan tulang
Cara Pencegahan:
a. Menggunakan lanset yang ukurannya sesuai. Saat ini sudah dipasarkan lanset
dalam berbagai ukuran disesuaikan dengan kelompok usia.
b. Setiap kejadian komplikasi Flebotomi harus dilaporkan kepada dokter dan
dicatat dalam buku catatan tersendiri dengan mencantumkan identitas pasien
selengkapnya, tanggal dan jam kejadian, dan tindakan yang diberikan.
8. Amnesia
Pada bayi, terutama bayi baru lahir dimana volume
darah sedikit, pengambilan darah berulang dapat menyebabkan anemia. Selain itu
pengambilan darah kapiler pada bayi terutama yang bertulang dapat menyebabkan
selulitis, abses, osteomielitis, jaringan parut dan nodul klasifikasi. Nodul
klasifikasi tersebut mula-mula tampak seperti lekukanyang 12 bulan kemudian
akan menjadi nodul dan menghilang dalam 18-20 bulan.
9. Komplikasi neuologis
Komplikasi neurologist dapat bersifat local
karena tertusuknya syaraf dilokasi penusukan, dan menimbulkan keluhan nyeri
ataukesemutan yang menjalar ke lengan, seperti yang sudah dijelaskan
sebelumnya. Walaupun jarang, serangan kejang ( seizures) dapat pula terjadi.
Penanganan :
a. Pasien yang mengalami serangan saat pengambilan darah harus dilindungi dari
perlukaan.
b. Hentikan pengambilan darah, baringkan pasien dengan kepala miringkan ke satu
sisi, bebaskan jalan nafas, hindari agar lidah tidak tergigit.
c. Segera mungkin aktifkan perlengkapan keselamatan, hubungi dokter
d. Lakukan penekanan secukupnya di daerah penusukan sambil membatasi pergerakan
pasien.
Artikel ini bersumber dari (http://khintanrahma22.mahasiswa.unimus.ac.id/2017/04/26/plebotomi/)