Silaturahim kepada Tetangga dan orang Terdekat
Silaturahmi kepada
tetangga hal sepele yang seringkali terlupakan oleh kita, padahal hal tersebut
adalah sesuatu yang penting. Bertujuan agar terciptanya suatu kedamaian
diantara umat.
“Sembahlah Allah dan
janganlah kalian mempersekutukannya, dan berbuat baiklah kepada orang tua,
sanak kerabat, anak-anak yatim, orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga
yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. (QS Annisa: 36)
Objek silaturahim dan berbuat kebaikan diuraikan
secara jelas dalam ayat tersebut di atas. Kepada siapa saja seharusnya kita
menyambungkan kebaikan dan kasih sayang. Dari ayat ini disebutkan yakni:
- Orang tua
- Sanak kerabat
- Anak Yatim
- Orang miskin
- Tetangga dekat
- Tetangga jauh
- Teman sejawat, teman kerja,
- Hamba sahaya, bisa di artikan pembantu/khadimah.
Khusus terhadap tetangga, banyak sekali hadits yang
menjelaskan tentang perintah berbuat baik kepada tetangga. Tetangga adalah
salah satu jalan kita untuk bisa masuk surga. Tetangga adalah kebutuhan kita.
Tetangga adalah kehidupan. Tak seorang pun di antara kita yang tidak butuh dengan
keberadaan tetangga. Tetangga yang dekat atau tetangga yang jauh, sama –sama
wajib untuk kita perlakukan dengan baik. Dalam hitungan Islam, tetangga kita
adalah 40 rumah di sekitar kita. Bahkan sebagian kalangan berpendapat, bahwa
tetangga juga bermakna orang berada dalam perjalanan bersama kita. Satu pesawat
misalnya. Atau satu Bus, satu angkot, satu gerbong kereta, dan sebagainya.
Hadis2 berikut semoga
mengingatkan kita untuk makin rajin silaturahim dan berbuat baik kepada
tetangga.
“Dari Ibnu Umar RA dan
Aisyah berkata, Rasulullah saw bersabda; “Malaikat Jibril senantiasa berpesan
kepadaku untuk selalu berbuat baik terhadap tetangga, sehingga aku menyangka
bahwa tetangga itu akan ikut mewarisi (HR Bukhari dan Muslim).
“Demi Allah, seseorang
tidak sempurna imannya, Rasul mengulang sampai 3 kali. Ada seseorang yang
bertanya, siapakah seseorang yang tidak sempurna imannya itu ya Rasulullah?
Beliau menjawab: “Orang yang tetangganya tidak aman karena gangguannya (HR Bukhari dan Muslim).
Dari Abdullah bin Umar,
RA berkata: Sebaik-baik teman menurut Allah yaitu orang yang paling baik
terhadap temannya, dan sebaik-baik tetangga menurut Allah, adalah orang yang
paling baik terhadap tetangganya (HR Atturmudy).
Artikel ini bersumber dari (https://www.dakwatuna.com/2013/10/23/41028/keutamaan-silaturahim-dan-berbuat-baik-kepada-tetangga/#axzz5SDjxOROa)
Mantullll ,
BalasHapusTerbaikkkkkk
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaatπ
BalasHapusSyukaaa iiii jd nambah ilmu,thankyouπ
BalasHapusGood
BalasHapusππ
BalasHapusakhamdulillah manfaat
BalasHapusπ
BalasHapusTerima kasih atas Infonya
BalasHapusSilaturahmi adalah kunci menambah teman dan dunia baru bagi kita. Terima kasih informasinya
BalasHapusππππ
BalasHapusjazakillahu khairan, sangat bermanfaat π
BalasHapusTerimakasih infonya...
BalasHapusTerimakasihhh
BalasHapus